Categories
Berita

Bersatu Cup 2026 Rampung, Gelar Juara Diraih Para Atlet Unggulan

Jakarta – Rangkaian pertandingan Kejuaraan Tenis Meja Bersatu Cup 2026 resmi berakhir dengan mempertandingkan kategori intermaster putra dan putri. Ajang ini menjadi wadah penting untuk menumbuhkan atmosfer kompetisi yang sehat di dunia tenis meja Indonesia.

Gelaran berlangsung di Gedung Olahraga Jakarta Pusat pada Senin (19/1/2026). Di sektor putra, Affan Mauludana dari PTM SUKUN Kudus tampil sebagai kampiun setelah menundukkan Luky Purkani dari SIM SPORTS Lampung. Sementara di sektor putri, Siti Aminah (PTM SUKUN Kudus) berhasil merebut gelar juara usai mengalahkan Rina Sintya (SIM SPORTS Lampung) di partai final.

Posisi juara tiga bersama sektor putri ditempati Anatasya Fabian dan Mira Fitria (SIM SPORTS Lampung). Adapun sektor putra menempatkan Syafril (PTM Unggas Riau) dan Rafanael N. Liman (SIM SPORTS Lampung) sebagai peraih peringkat ketiga.

Ketua PB PTMSI, Peter Layardi Lay, menegaskan bahwa Bersatu Cup akan dijadikan agenda rutin. “Kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen PB PTMSI untuk membangun tenis meja nasional secara berkelanjutan, memperluas jam tanding atlet, serta memperkuat sistem pembinaan dari level klub hingga nasional,” ujarnya.

Selain nomor individu, pertandingan beregu yang digelar Sabtu (17/1) juga melahirkan dominasi tim SIM Sport. Mereka sukses menyapu bersih gelar putra dan putri, masing-masing setelah menundukkan SUKUN-A dan DONIC-A di babak final.

Categories
Berita

KONI Pusat Sambut Positif Bersatu Cup 2026, Momentum Kebangkitan Tenis Meja Nasional

Jakarta – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, memberikan apresiasi besar kepada PB PTMSI atas suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Bersatu Cup 2026.

Turnamen ini dinilai bukan hanya membuka kalender olahraga nasional tahun 2026 dengan semangat persatuan, tetapi juga menjadi titik penting bagi kebangkitan tenis meja Indonesia. Menurut Marciano, ajang ini menunjukkan keseriusan PB PTMSI dalam membangun sistem pembinaan berjenjang, mulai dari atlet usia dini hingga senior.

Ia menekankan bahwa Bersatu Cup merupakan wadah strategis untuk mengukur kemampuan atlet secara objektif sekaligus meningkatkan daya saing antar-daerah. “Kompetisi yang rutin akan membentuk mental juara dan menumbuhkan semangat berprestasi di kalangan atlet nasional,” ujarnya.

Marciano juga mengingatkan bahwa target besar tenis meja Indonesia tidak boleh berhenti di level nasional. Ia menegaskan pentingnya menatap panggung dunia, termasuk Olimpiade, sebagai tujuan utama pembinaan. “Dengan pola pembinaan berjenjang dan kompetisi yang teratur, saya yakin atlet Indonesia bisa mencetak kejutan di ajang internasional,” tambahnya.

Selain memberikan motivasi kepada para juara, Marciano juga menyemangati atlet yang belum meraih hasil terbaik agar menjadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik di masa depan.

Dari sektor beregu putri, tim SIM SPORTS memastikan tiket ke final setelah menundukkan PTMSI Kota Bekasi. Mereka akan berhadapan dengan DONIC-A, yang sebelumnya mengalahkan SUKUN. Sementara itu, PTMSI Kota Bekasi masih berpeluang meraih podium lewat perebutan tempat ketiga melawan SUKUN.

Untuk sektor putra, persaingan masih berlangsung sengit dengan babak 16 besar yang menyajikan duel menarik bagi pecinta tenis meja.

Kejuaraan Bersatu Cup 2026 pun semakin menegaskan perannya sebagai ajang penting dalam peta pembinaan tenis meja nasional—bukan hanya sebagai ruang kompetisi, tetapi juga simbol persatuan dan pijakan menuju prestasi internasional.